Tuesday, February 23, 2016

Meminimalisir 'Mess' saat 'Messy Play'

Anak belajar secara aktif dan seringkali berhasil melalui pembelajaran lewat permainan. 'Messy play' adalah salah satu pembelajaran yang berharga bagi anak, karena dapat menstimulasi panca indera anak. Anak dapat merasakan, mencium, dan mengamati. Dan di saat yang bersamaan, anak dapat belajar mengobservasi, berkreasi, mengeksplorasi, berimajinasi, menciptakan, dan bahkan bersenang-senang.

Meski demikian, ada kalanya orangtua ragu dan malas untuk mengajak anak belajar melalui 'messy play' karena membayangkan situasi kotor yang akan dihadapi oleh orangtua setelah bermain. Yuk simak tips berikut bagaimana meminimalisir ‘mess’ saat mengajak anak 'messy play':
1. Jika hendak ke luar rumah, selalu siapkan baju ganti di tas atau di mobil.
2. Saat bermain mengecat, lindungi baju dengan memakaikan celemek pada anak. Gunakan cat air supaya memudahkan kita membersihkan kulit/baju/perabot yang terkena.
3. Lapisi permukaan area 'messy play' dengan sprei atau handuk bekas.
4. Batasi 'messy play' pada area yang mudah dibersihkan seperti kamar mandi/bathtub/teras/halaman.
5. Jelaskan aturan mainnya pada anak mengenai apa yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan. Misalnya lumpur hanya boleh di luar atau pasir hanya boleh di dalam kotak.
6. Awasi anak selama bermain. Anak cenderung lupa akan aturan main karena sudah keasyikan bermain. Lebih baik bermainlah bersama mereka supaya kita bisa mengingatkan mereka setiap saat.

Tips is modified from www.childhood101.com

No comments:

Post a Comment