Berani Kotor itu Baik
Yuk coba beberapa kiat berikut ini agar anak belajar ‘berteman’ dengan kotor:
1. Jelaskan bahwa kotor itu wajar. Misalnya, ketika anak merasa jijik karena sepatunya berlumpur, beritahu itu normal. Tunjukkan bahwa sepatu orang lain juga bisa kotor dan sepatu kotor dapat dibersihkan.
2. Ajak melakukan aktivitas bermain kotor. Misalnya, ajaklah anak membuat kue/membuat lukisan dengan finger painting/bermain pasir.
3. Libatkan anak untuk membersihkan diri. Tunjukkan bahwa kondisi kotor dapat dibersihkan. Misalnya, ajak anak mencuci mainannya yang kotor. Namun biasakan anak mencuci tangan, kaki atau anggota tubuhnya setelahnya.
4. Berkunjung ke tempat-tempat “kotor.” Agar anak tidak mudah merasa jijik, biasakan ia pada situasi yang menurutnya kotor sampai dia terbiasa. Ajak anak sesekali ikut ke pasar tradisional/sawah/pantai.
5. Beri anak waktu. Jangan paksa anak untuk dapat langsung beradaptasi. Misalnya hari ini ajak anak bermain sekotak pasir, jika belum berhasil cobalah mengajak bermain di rerumputan tanpa alas kaki.
Agar ia belajar membiasakan diri dengan keadaan 'kotor', Mommies dapat menyediakan sebuah zona bermain kotor di lingkungan sekitar rumah seperti:
1. Kotak pasir.
Sediakan pasir bersih di sebuah kotak besar. Letakkan beberapa peralatan bermain agar ia dapat bereksplorasi; misalnya ember kecil, sekop, figurin kesukaan, atau cetakan kue.
2. Sudut berkebun.
Sediakan sudut di halaman rumah tempat anak dapat belajar berkebun. Biarkan anak membuat lubang dengan menggali tanah dengan tangan.
Pastikan setelah ia bermain 'kotor' Mommies mencuci tangan dan kakinya hingga bersih sampai ke sela jari serta kukunya. Sehingga acara bermain 'kotor' pun tetap aman dan anak tetap sehat.
Info is modified from www.ayahbunda.co.id
No comments:
Post a Comment